Saturday, March 26, 2016

Dalam-dalam jatuh yang nikmat, cinta

Di luar sana sementara turun hujan, samar-samar di antara riuh cerita bahagia dan haru seorang kerabat dan toga barunya. Saya dan beberapa teman duduk mengotak, meja dengan morfologi yang serupa berada di tengah-tengah. Di atasnya telah berdiri sekotak kuning tissue, sebotol garam, dan kotak angka penunjuk urutan meja.

Perlahan namun mantap, aku hatamkan sepiring nasi dan ayam bakar di hadapanku; sesekali kuselingi dengan memulai dan  menambah percakapan seadanya saja di tengah perut-perut yang memaki, meminta setoran.

Hujan reda, saya pun lega. Begitu pula teman-teman yang telah menyelesaiakan ritual kunyah-mengunyah. Sambil menyelam minum air, selain menghadiri hajatan, menjalin dan membina hubungan baik adalah hal yang wajib dilakukan bagiku dan rekan-rekan yang dipertemukan dalam satu kegiatan yang positif. Dari canda, terbitlah serangakaian tutur baik dan ingin mulia. Setidaknya pembicaraan pun berlanjut sampai lingkaran arloji di lengan kananku menunjukkan pukul 09.35 waktu Indonesia bagian tengah.

Monday, September 07, 2015

Penjaga Kelangsungan Kearifan Lokal & Budaya

Kota Makassar tidak selalu tentang demonstrasi, tawuran atau apa saja yang masih dan tetap hangat di media, demikian hemat penulis. Makassar dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup masif dalam bidang industri kreatif. Bak biji kacang di tanah yang subur, bermuculnya banyak komunitas atau kelompok yang terbentuk dari bermacam-macam kesamaan tujuan kecil yang berkesinambungan. Beberapa yang beralasankan kepedulian terhadap edukasi dan kaum marginal, ada yang terbentuk karena cinta alam dan lingkungan, ada juga atas dasar kesamaan hobi & kegemaran dan lainnya sebagai suatu kesatuan gerakan.  

Friday, September 04, 2015

Fort Rotterdam


Fort  Rotterdam  awalnya  bernama  Benteng  Jum  Pandang  (Benteng Ujung Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan GowaTallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah Barat Kota Makassar. Berdasarkan  Perjanjian  Bungayya  yang  ditandatangani  pada  tanggal 16 November 1657, Benteng Ujung Pandang  jatuh ke tangan Belanda. sejak saat itu, benteng ini berubah nama menjadi Benteng Rotterdam. Bangunanbangunan  kayu yang sebelumnya berada di dalam benteng dihancurkan dan diganti dengan  bangunan beton. Saat itu, Fort Rotterdam menjadi benteng  pertahanan  termegah  dan  terindah di akhir abad ke 17 dengan sebutan Kasteel atau Puri  karena  fungsinya  sebagai permukiman pejabat tinggi Pemerintah Belanda. (dikutip dari berbagai sumber)

Wednesday, September 02, 2015

Losari, Hi Cantik

Salam, selamat sore belahan Bumi yang lain. Sebelum jauh membicarakan tentang kota, biarlah kita dekat lewat kata. Perkenalkan nama saya, eh anu panggil saja Dayat. Sementara masih sibuk-sibuk berbenah di dunia untuk akhirat.

Friday, July 31, 2015

kala berbahagia itu




Berdampingan Masa Lalu

Jangan mendahului masa lalu, jangan pula membiarkan masa lalu terlampau jauh di depan. Jadikan mereka satu dua bahkan lebih anak tangga menuju puncak tertinggi manusia bersahaja dan paham benar akan hakekat hidup.

Tetaplah mengandeng, teruslah saling tatap, jabat erat-erat; membiarkan kenangan berjalan di samping kita. Memandang samudera membentang luas, langit biru yang tak berujung, jagat dan alam raya yang bersenandung ramai akan kedatangan masing-masing dari kita yang berjuang tanpa harus saling berkabar mengabarkan; sembari memilih-memilah potongan-potongan mana kenangan yang harus diikutsertakan, mana yang harus ditinggal.

Ambisi, mimpi & cita-citaku…

Sunday, June 29, 2014

C.I.N.T.A


            Menjalin hubungan dengan seseorang itu layaknya belajar. Satu sisi belajar sabar untuk mengerti, memahami lebih dalam. DI sisi lain berusaha untuk memperbaiki yang tidak baik menjadi baik, yang tidak berkenan hingga tertata nyaman. 
            Menyatukan dua batin dengan raga yang masing-masing tidak tumbuh sama, dengan latar cerita, tempat yang berbeda tidaklah mudah. Tidak gampang mengubah jalan simpang empat yang tertuju pada satu pintu  pulang, itulah cinta. 

Saturday, June 21, 2014

Selamat Jalan Ade


Masih ingat gambar di bawah ini, perayaan ulangtahun Ade yang sederhana. Beberapa yang Ade simpan di album "Thanks For Coming"... Hari ini, kami kembali datang, mengantar Ade ke tempat peristirahatan terakhir; tempat kami menuju pulang kelak.