Wednesday, February 19, 2014

Ada Apa (lagi) Dengan Cinta



Dear Cinta, kabarku baik; kamu pun, harapku demikian.

            Dear Cinta, bisakah kau datang sendiri malam ini. Tanpa membawa kawanmu yang lain. Jangan ikutkan ego dan juga api cemburumu di tiap kantong celana yang kau kenakan. Dengan begitu aku bisa bebas memasukkan jemariku. Satu-satu kusimpan banyak potongan cerita, tentang masa depan juga tentang bahagia tanpa batas.

Thursday, February 13, 2014

Menyukaimu Dengan Sederhana

            Selamat malam kamu di belahan Bumi manapun, perempuan yang senang menanggalkan kaca matanya. Perihal waktu; rasanya sudah sangat lama, padahal baru kemarin kita melingkari satu tanggal di Bulan Februari. Entah, dengan tanda unik apa yang kamu pakai menggambarkannya. Sementara itu di linikala kepunyaan saya cukup mencantumkan inisial huruf pertama nama kita. Apa adanya, huruf yang juga pertama dalam abjad itu dituliskan dengan tinta hitam begitu saja. Seperti saat kamu tampil seadanya saja tanpa pewarna bibir, tidak atau dengan kaca mata; sebab dengan cara yang sama saya menaruh hati padamu, cukup sederhana.

Wednesday, February 12, 2014

Ingatan Seorang Ksatria

Dear Kitaro Minami

Hampir dua dekade sudah dirimu tak nampak dari layar televisi. Anak-anak masa kini mungkin tidak mengenalmu lagi, mereka lebih ramah dengan nama Robocop, Bumble B, Captain America dan penerus sebangsamu. Bahkan di antara nama-nama itu, ada juga yang tak tahu menahu. Mereka lebih senang dengan flappy bird dan candy crush. Namun bagi saya beserta orang-orang yang memulai kehidupan anak-anak di masa 90-an, kamu adalah salah satu favorit. Bagaimana tidak, kamu itu sudah keren, kuat, pandai, senang menolong orang dalam kesulitan, dan membasmi kejahatan.  

Monday, February 10, 2014

Teruntuk Senja di Batas Cakrawala


Teruntuk senja di batas cakrawala

Senja, sebelumnya maafkan saya yang sudah lancang bersurat kepadamu tanpa membawa satu nama pengagummu sebagaimana yang pernah kuceritakan. Sebab mulai hari ini, di balik kata saya sebenarnya sudah ada kami di sana.

Kalimat Permata untuk Anak Pertama

Hai anakku yang manis     

Hari ini ayah menulis surat cinta jauh sebelum kau hadir dunia ini. Mungkin saat kau membacanya, ayah masih ada dan bisa jadi sudah tidak ada lagi. Tapi sudahlah, perihal kematian itu rahasia Tuhan, toh sebelum manusia lahir, sejatinya lebih dulu divonis mati oleh sang pencipta.

Saturday, February 08, 2014

Bukannya pendiam, mereka hanya pemalu

Suasana di kota-kota metropolitan selalu saja memiliki pemandangan yang serupa. Kehadiran gemerlapan cahaya seakan wajib di setiap sudut kota. Tak terkecuali jumat malam kota kita, Makassar. Aroma akhir pekan mulai terasa; Jalan-jalan protokol mulai padat oleh hingar bingar kendaraan yang saling mendahului, beberapa batas jalan yang landai masih menyisakan genangan air pertanda hujan kemarin, rumah makan dan pusat perbelanjaan pun kebanjiran pengunjung. Tak heran jika kota yang dijuluki Kota Daeng ini menjadi tujuan wisata kuliner Indonesia wilayah timur, juga prospek utama bagi pemilik modal yang besar untuk berbisnis.

Thursday, February 06, 2014

Enam Bulan Kemudian


            Bila waktu satu-satunya alasan kau tidak lagi di sini, tak masalah buat saya. Asal kau tahu saja, betapa saya menyayangimu sepenuh hati, merawatmu dengan kehati-hatian, sampai-sampai beberapa kawanmu mulai menaruh curiga hingga bertanya-tanya siapa gerangan pemilikmu sebelum saya. 

Entah beberapa hari ini kamu menjadi sangat pendiam, tidakkah kau ingin mendengar sedikit cerita di luar sana. Tentang kebahagiaan, senja yang menjingga, pasang surut air laut, dedaunan yang melambai,  teman-teman baru serta anak-anak hebat si pemilik cita-cita yang tinggi. Bukankah mereka adalah jalan sederhana untuk menikmati hidup yang sebagian orang menganggapnya rumit.
Atau kamu sedang merindukan tangan pemilikmu sebelumnya? apa iya seperti itu? Tenang saja, adalah keharusan bagi saya untuk membuat setumpuk paper bak laporan keuangan tahunan perusahaan besar mengenai keadaanmu, sekadar buat jaga-jaga karena tak ada asuransi lain selain kepercayaan untuk menjagamu agar tetap hidup. 

Wednesday, February 05, 2014

Kelas Inspirasi Sul-Sel 2014


Siapa bilang menjadi seorang pengajar itu harus berlatar belakang profesi kependidikan? Siapa saja boleh, bukankah di tiap harinya kita ini belajar, entah itu dari apa yang dilihat, dengar dan rasakan? Bukankah manusia pada dasarnya adalah seorang guru? paling tidak bagi diri dan sekitarnya. 
  
Sebenarnya ada banyak orang di luar sana yang peduli dengan pendidikan anak negeri, bahkan tidak sedikit dari mereka yang memiliki keinginan yang besar untuk menjadi subjek pendidikan. Kesibukan sehari-hari, jadwal yang cukup padat, serta gerakan-gerakan; entah itu tidak atau langsung dinaungi oleh pemerintah hanya sebatas informasi yang sifatnya parsial menjadi kendala untuk terjun langsung di masyarakat.

Saturday, January 18, 2014

17.00


Pukul 15.30 WITA, jam dinding kantor serasa jalan begitu lamban selambat melupakan masa lalu. Hujan di luar sana begitu anomali. Sesekali deras datang tanpa tanda, tiba-tiba reda, lalu pulang begitu saja tanpa permisi seperti cinta (laah ini ceritanya curahan hati atau apa sih)