Sunday, June 29, 2014

C.I.N.T.A


            Menjalin hubungan dengan seseorang itu layaknya belajar. Satu sisi belajar sabar untuk mengerti, memahami lebih dalam. DI sisi lain berusaha untuk memperbaiki yang tidak baik menjadi baik, yang tidak berkenan hingga tertata nyaman. 
            Menyatukan dua batin dengan raga yang masing-masing tidak tumbuh sama, dengan latar cerita, tempat yang berbeda tidaklah mudah. Tidak gampang mengubah jalan simpang empat yang tertuju pada satu pintu  pulang, itulah cinta. 

Saturday, June 21, 2014

Selamat Jalan Ade


Masih ingat gambar di bawah ini, perayaan ulangtahun Ade yang sederhana. Beberapa yang Ade simpan di album "Thanks For Coming"... Hari ini, kami kembali datang, mengantar Ade ke tempat peristirahatan terakhir; tempat kami menuju pulang kelak.

Monday, May 05, 2014

Dulunya jauh bahkan sempai tertatih, sekarang cukup dekat namun tak tersentuh.

Wednesday, February 19, 2014

Ada Apa (lagi) Dengan Cinta



Dear Cinta, kabarku baik; kamu pun, harapku demikian.

            Dear Cinta, bisakah kau datang sendiri malam ini. Tanpa membawa kawanmu yang lain. Jangan ikutkan ego dan juga api cemburumu di tiap kantong celana yang kau kenakan. Dengan begitu aku bisa bebas memasukkan jemariku. Satu-satu kusimpan banyak potongan cerita, tentang masa depan juga tentang bahagia tanpa batas.

Thursday, February 13, 2014

Menyukaimu Dengan Sederhana

            Selamat malam kamu di belahan Bumi manapun, perempuan yang senang menanggalkan kaca matanya. Perihal waktu; rasanya sudah sangat lama, padahal baru kemarin kita melingkari satu tanggal di Bulan Februari. Entah, dengan tanda unik apa yang kamu pakai menggambarkannya. Sementara itu di linikala kepunyaan saya cukup mencantumkan inisial huruf pertama nama kita. Apa adanya, huruf yang juga pertama dalam abjad itu dituliskan dengan tinta hitam begitu saja. Seperti saat kamu tampil seadanya saja tanpa pewarna bibir, tidak atau dengan kaca mata; sebab dengan cara yang sama saya menaruh hati padamu, cukup sederhana.

Wednesday, February 12, 2014

Ingatan Seorang Ksatria

Dear Kitaro Minami

Hampir dua dekade sudah dirimu tak nampak dari layar televisi. Anak-anak masa kini mungkin tidak mengenalmu lagi, mereka lebih ramah dengan nama Robocop, Bumble B, Captain America dan penerus sebangsamu. Bahkan di antara nama-nama itu, ada juga yang tak tahu menahu. Mereka lebih senang dengan flappy bird dan candy crush. Namun bagi saya beserta orang-orang yang memulai kehidupan anak-anak di masa 90-an, kamu adalah salah satu favorit. Bagaimana tidak, kamu itu sudah keren, kuat, pandai, senang menolong orang dalam kesulitan, dan membasmi kejahatan.  

Monday, February 10, 2014

Teruntuk Senja di Batas Cakrawala


Teruntuk senja di batas cakrawala

Senja, sebelumnya maafkan saya yang sudah lancang bersurat kepadamu tanpa membawa satu nama pengagummu sebagaimana yang pernah kuceritakan. Sebab mulai hari ini, di balik kata saya sebenarnya sudah ada kami di sana.

Kalimat Permata untuk Anak Pertama

Hai anakku yang manis     

Hari ini ayah menulis surat cinta jauh sebelum kau hadir dunia ini. Mungkin saat kau membacanya, ayah masih ada dan bisa jadi sudah tidak ada lagi. Tapi sudahlah, perihal kematian itu rahasia Tuhan, toh sebelum manusia lahir, sejatinya lebih dulu divonis mati oleh sang pencipta.

Saturday, February 08, 2014

Bukannya pendiam, mereka hanya pemalu

Suasana di kota-kota metropolitan selalu saja memiliki pemandangan yang serupa. Kehadiran gemerlapan cahaya seakan wajib di setiap sudut kota. Tak terkecuali jumat malam kota kita, Makassar. Aroma akhir pekan mulai terasa; Jalan-jalan protokol mulai padat oleh hingar bingar kendaraan yang saling mendahului, beberapa batas jalan yang landai masih menyisakan genangan air pertanda hujan kemarin, rumah makan dan pusat perbelanjaan pun kebanjiran pengunjung. Tak heran jika kota yang dijuluki Kota Daeng ini menjadi tujuan wisata kuliner Indonesia wilayah timur, juga prospek utama bagi pemilik modal yang besar untuk berbisnis.