Thursday, September 22, 2011

Tulisan Ilmiah Pusat Rehabilitasi Narkoba *Pendahuluan

BAB I

I. LATAR BELAKANG
Dewasa ini, penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah sampai pada titik yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Narkotika Nasional, jumlah kasus narkoba meningkat dari sebanyak 3.478 kasus pada tahun 2000 menjadi 8.401 pada tahun 2004, atau meningkat rata-rata 28,9% pertahun. Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia pada 2005 menunjukkan sekitar 1,5 persen penduduk Indonesia atau sekitar 3,2 juta penduduk susah menjadi penyalahguna narkoba. Dari 3,2 juta penyalahguna narkoba tersebut, 800 ribu orang diantaranya menggunakan narkoba dengan jarum suntik dan 60 persen dari jumlah pengguna narkoba dengan jarum suntik tersebut sudah terinfeksi HIV/AIDS. Setiap tahunnya sebanyak 15 ribu orang Indonesia juga dilaporkan meninggal dunia karena overdosis dan terinfeksi HIV/AIDS, artinya setiap hari ada 40 anak bangsa yang meninggal dunia karena kasus narkoba dan HIV/AIDS.

Dunia Kedokteran melaporkan bahwa sekitar 70 persen pelaku penyalagunaan narkotika adalah para remaja. Masalah penyalahgunaan narkoba pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh narkoba sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya maupun dampak sosial yang ditimbulkannya. Para remaja korban narkoba akan menanggung beban psikologis dan sosial. Beban psikologis dan sosial ini kadang-kadang amat berat sehingga dapat menyebabkan remaja kambuh kembali menggunakan narkoba. Oleh karena itu, perlu diwujudkan lingkungan yang mendukung. Di Indonesia lingkungan yang paling penting adalah keluarga. Kesediaan keluarga untuk menerima remaja yang pernah menggunakan narkoba di tengah keluarga merupakan dukungan yang amat berharga. Sebagian remaja dapat meneruskan pendidikannya dan memperoleh pekerjaan. Namun, sebagian lagi tak mungkin meneruskan sekolah dan harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berjuang untuk hidup dengan bekal pendidikan yang terbatas. Adapun bagi remaja korban ketergantungan narkoba diperlukan layanan yang terpadu untuk membawa mereka kembali ke tengah masyarakat. Layanan ini biasanya mampu membantu remaja untuk melepaskan dirinya dari jeratan narkoba dan bisa kembali bersosialisasi di tengah masyarakat. Pusat Rehabilitasi Narkoba didirikan untuk menanggulangi permasalahan tersebut, sebuah fasilitas penyembuhan ketergantungan narkoba khusus remaja, yang menyediakan fasilitas dan program-program penunjang terapi rehabilitasi.

II. IDENTIFIKASI MASALAH
Banyak cara dilakukan untuk mengobati para pecandu narkoba. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode terapy komunitas yang intinya saling menguatkan tekad diantara para pasien untuk menghentikan kebiasaan buruknya ini. Upaya pemberantasan narkoba hingga saat ini masih digencar dilakukan petugas kepolisian. Metode utama yang digunakan untuk proses penyembuhan pasien menurut pimpinan Proyek Sebaru Beach Recovery Resort, Doktor Chris Benyamin, adalah metode therapy communitas. Dengan metode ini setiap pasien diajarkan untuk bekerjasama dalam menghilangkan kebiasaan menggunakan narkoba. Sehingga semangat untuk mencapai kesembuhan akan selalu terjaga.
Selain mengunakan therapy communitas, Sebaru Beach Recovery Resort juga menggunakan metode vokasional yang berintikan seni, metode olah raga dan metode agama. Dan untuk menjaga masa depan para korban narkoba ini pemilik rehabilitasi juga membuat program Job Posisionning dan Refreshment, sehingga setiap pasien yang dinyatakan sembuh dapat memperoleh pekerjaan disalah satu perusahaan Tommy Winata.
Faktor pekerjaan yang juga dibutuhkan para pecandu narkoba setelah dinyatakan sembuh juga merupakan kunci bagi pasien untuk dapat bertahan dari godaan menggunakan narkoba. Tanpa adanya kepercayaan untuk bekerja itu para korban narkoba setelah sembuh kerap kali dapat kembali mengonsumsi narkoba.
Dengan program rehabilitasi yang dijalankan diharapkan para korban narkoba dapat menghentikan kebiasaan buruknya. Sehingga tidak ada lagi korban narkoba yang kembali menjalani perawatan setelah dinyatakan sembuh usai menjalani rehabilitasi. Dengan demikian angka pengguna narkoba di Indonesia dapat semakin menurun. 

III. PEMBATASAN MASALAH
Para pengguna narkoba itu hanya menjadi korban saja sehingga vonis yang tepat bukan hukuman penjara tapi dirawat hingga sembuh. Vonis untuk menjalani rehabilitasi itu memang dibenarkan dalam UU No 22 tahun 1997 tentang narkotika sehingga hakim seharusnya perlu memikirkan hukuman semacam ini. Jika pengguna narkoba divonis hukuman penjara maka mereka akan bercampur dengan para pengedar dan bandar besar selama di Lapas. Ujung-ujungnya mereka bukannya sembuh malah bertambah kecanduannya karena terus dicekoki narkoba di Lapas, sebab peredaran narkoba banyak juga ditemukan oleh pihak Lapas. Namun, amanat UU untuk merehabilitasi pengguna narkoba itu tidak didukung oleh pemerintah pusat karena hingga saat ini pemerintah pusat tidak satupun punya tempat rehabilitasi pengguna narkoba. Saat ini kan pusat rehabilitasi milik pemerintah daerah yang tempatnya digabung dengan rumah sakit semacam di RSCM atau RS Fatmawati. Bahkan, di beberapa daerah ada pengguna narkoba yang dirawat di RS Jiwa. 
Perlu adanya sokongan dari pihak luar untuk membantu pemerintah karena ini merupakan tanggung jawab semua lapisan masyrakat. Makassar merupakan kota besar yang merangkap metropolitan sarat akan dimensi yang membawa perubahan pada segala aspek kehidupan. Dalam hal ini termasuk penyalahgunaan Narkotika bagi kaum muda-mudi yang terperangkap kehidupan perkotaan yang hedon. Hal demikian sudah jelas menunjukkan dekadensi moralitas dan tangggung jawab dalm masyarakat itu sendiri. Hal yang kemudian menjadi dasar baik bagi orang-orang maupun NGO yang peduli terhadap kemaslahatan umat manusia untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. 

IV. PERUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan maslah yang dianggap penting untuk dibahas yaitu;
1. Bagaimanakah sudut pandang masyarakat kota Makassar tentang keberadaan Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkoba?
2. Apakah Pengadaan Pusat Rehabilitasi ini dapat menekan jumlah pengguna narkoba di Makassar?
3. Bagaimanakah responsibiltas pemerintah Kota Makassar dalam menanggapi pengadaan bangunan ini?
4. Konsep desain apakah yang diterapkan pada pusat rehabilitasi ini sehingga dapat mengtransplantasikan hakekat fungsi dan tujuan pengadaannya? 
5. Siapa sajakah yang terlibat dalam pusat rehabilitasi dan seberapa jauh keterlibatannya?
6. Bagaimanakah metode rehabilitasi yang digunakan oleh pengelola dan pihak-pihak yang kompeten dalam menjalankan fungsi dan tujuan pusat rehabilitasi ini?


V. DEFINISI OPERASIONAL
PUSAT :Tempat yang letaknya di bagian tengah; titik yg di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dsb)

REHABILITASI :pemulihan kepada kedudukan (keadaan, nama baik) yg dahulu (semula); 2 perbaikan anggota tubuh yg cacat dsb atas individu (msl pasien rumah sakit, korban bencana) supaya menjadi manusia yg berguna dan memiliki tempat dl masyarakat; me•re•ha•bi•li•ta•si v 1 melakukan rehabilitasi; memulihkan kpd (keadaan) yg dahulu (semula); 2 memulihkan kehormatan (nama baik) 

PENGGUNA :Orang yng Menggunakan

NARKOTIKA :obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (spt opium, ganja)

MAKASSAR :Ibu Kota dari prop. Sulawesi selatan

Jadi Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Makassar merupakan tempat yang berada di kota Makassar yang dijadikan sebagai pusat pemulihan secara menyeluruh terhadap pengguna narkoba baik itu fisik, mental, dan emosional. 

VI. TUJUAN & KEGUNAAN PENELITIAN
Adapun tujuan dan kegunaan penelitian yaitu;
1. Menekan jumlah kematian, kecelakaan, dan kerusakan akibat dari penyalahgunaan narkotika.
2. Memperbaiki citra pengguna yang sudah terlanjur candu dalam masyarakat bahwa mereka adalah korban yang juga masih dalam tanggung jawab semua elemen masyarakat.
3. Menerapkan UU No 22 tahun 1997 mengenai rehabilitasi bagi pengguna Narkotika.
4. Menjadikan Pusat Rehabilitasi ini sebagai investasi sosial dalam rangka memperbaiki dan menata kembali nilai-nilai moral dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
http://kbbi.web.id/index.php
http://www.antarasumut.com/hubungi-kami/
http://www.sinarharapan.co.id/index.html
http://www.indosiar.com/daua
http://www.kapanlagi.com/a/0000007131.html
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Badan_Narkotika_Nasional&action=edit
http://www.lampungpost.com/aktual/main.php
http://kbi.gemari.or.id/visimisi.php
http://www.wikimu.com/News/Remaja.aspx

No comments:

Post a Comment