Saturday, September 17, 2011

Tak Ingin Disebut Namanya


Hiii…. Yah kamu…
Kamu Yang ada di depanku
Yang sering membuatku sibuk akhir-akhir ini
Yang tidak jarang membriku inspirasi
Yang kadang membuatku tersenyum sendiri

          Dalam note ini, perkenankanku menyebut aku dan kamu adalah Kita

    Kagum. Kusebut caraku menilaimu, tapi itu bukanlah satu-satunya kata untuk menggambarkanmu. Tadinya Kutahu sedikit tentangmu. Tapi setelah melihat dengan siapa kamu saat ini membuatku tak perlu bertanya-tanya lagi. Jelas ini bukanlah sebagai sebuah kebetulan. Maaf jika ini membuatmu tidak nyaman. Kansegera kuhapus tulisan ini jika kau memintaku. Tak perlu risih, mungkin aku hanyalah satu di antara banyak di luar sana. Paling tidak ini akan membuatmu berbeda dari apa yang aku lihat dari kaummu sebelumnya. Anggap ini hanya sepenggal cerita yang akan menambah satu dua halaman dalam diary_mu.hehehe. Senyum saat kamu membaca tulisan ini sudah lebih dari cukup buatku. Inilah hidup :) aku,kamu, dan kita harus saling memahami meski terkadang tak sepaham.
Jempol yang pernah kau berikan padaku, kan kubalas dengan jempol-jempol pula. Terkadang aku ingin memberi lebih tapi nyatanya tak semudah dari yang kubayangkan. Kamu membuatku tersadar kala mempertemukannku denganNya, sepertinya memang sampai di sini saja. Biarlah perkenalan kita hanya sebatas dunia maya saja.



    Tidak semua hal di dunia harus kita tahu (Red.Alvi). Mengapa mengangguk selalu berarti iya dan menggeleng untuk tidak, yah begitulah adanya. Begitu juga tentang semua ini, bukan tentang aku buka pula tentangmu tapi tentang rasa. Terkadang pertanyaan tidak membutuhkan sebuah jawaban. Kuhanya ingin memberitahumu bahwa aku ada disini, yup tepat di sampingmu dan aku selalu memperhatikannmu.
Kubuat note ini untukmu agar jika nanti aku hendak melupakanmu, kubisa tetap bercerita kepada mereka yang lain bahwa aku pernah mengenal seorang teman sepertimu. Memang benar katamu, dicintai adalah sesuatu, dicintai oleh orang yang kita cinta sangatlah berarti, tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya. Semunya indah kan pada waktunya! hehehe Untuk yang ini aku mau bilang terima kasih mengingatkan. 
Hokey hokey setelah ini semuanya kan menjadi lebih baik. Aku tetap disini dan kamu disana semoga selalu dalam lindunganNya.
Memang benar kata seorang sahabatku, perpisahan itu tidak selamanya membutuhkan ucapan selamat tinggal, terkadang pergi begitu saja akan lebih baik….
Ternyata aku merindukan seorang teman, teman yang kumaksud adalah kamu….


03 september 2011
    Tak terasa yah sekarang sudah bulan kesembilan. Tahun ini Cuma menyisakan empat bulan lagi. Hujan kemarin berlalu, hari inipun sebentar lagi berganti, dan esoknyapun menanti. Demikianlah mereka mengikuti hukum alam . yahyah senang rasanya dapat menulis lagi untukmu walau hanya sebatas prolog….
(..Hello, how are you?..do you feel like talking?..now you get me started… you could be so happy on this brand new_beautiful day…)
     Oiahh boleh kutanya keadaanmu saat ini… hehehe kuharap baik selalu. kau pasti sibuk yah bersilaturrahmi pasca ramadhan kemaren. Bertemu dengan sanak keluarga, nenek, paman bibi, saudara sepupu, ponakan yang lucu-lucu dan cucu (hehe ketuaan_tapi yng ini serius), tetangga dan juga teman-teman. Senyum dan canda mereka masih membekas sesaat setelah kutulis note ini. Ramadhan kali ini begitu istimewa bagiku, memberikan makna yang begitu berkesan (kesan yang begitu bermakna_atau apalah) Anak jaman sekarang sering menyebutnya ‘sesuatu bangeet’ . Mulai dari bertambahnya anggota keluarga baru, kenalan baru, baju baru juga bisa, pengalaman baru dan tentunya juga kita,,, Harapnya tahun depan selalu lebih baiklah…
Banyak hal yang ingin kuceritakan. Hampir setiap tahunnya, rumahku selalu ramai kedatangan sanak keluarga. sebab ayahku adalah orang yang dituakan oleh saudara-saudaranya di kotaku. Kota di mana ku diajar berjalan dan mengedipkan mata, belajar berayun dan mengenal pagi; taman dan juga kupu-kupu. Apalagi semenjak kepergian kakek menjadikan rumahku sebagai persinggahan bagi mereka untuk melepas dahaga kerinduan akan masa-masa itu. masa ketika aku dan saudara-saudara seumurku duduk sungkeman, cerocoh sana sini sambil menunggu uang pemberian sang kakek dan bercerita tentang masa depan. Bukan berarti beliau tidak lagi di sini, hangatnya suasana itu tidak lagi terasa. Begitulah tradisi keluargaku…..
Teringat waktu masih berumur jagung, ketemu ma paman bibi pasti dibilangin “dah sekolah yat, kamu dah besar yah!”…. jawabku dengan polos dan lugu. Tahun depannya ditanya lagi “kamu dah kelas berapa yat? dapat rangking brapa di kelas!” jawabku lagi dengan entengnya… oia (yayat) begitulah mereka memanggilku…. Tahun-tahun berikutnya ditanya lagi “yat, kuliah dimana? Bla..bla..semester berapa!”… kuliah di Unhas, Arsitektur… wuih…jawabku berlagak sombong. Pas tahun ini ditanya “yat, selesai kuliahnya kapan?” wadduh pertanyaan yang paling kuhindari… hehe maklumlah sepertinya masih tersisa dua semester lagi. Itupun jika berjalan mulus…. sibuk organisasai_lah, kegiatan ekstra_lah, sibuk kerjaan_lah sampai hal-hal yang rada-rada kurang logis gtu…. Jawabku untuk membela diri, padahal rasa malas adalah jawaban yang paling jujur… hehehe….malas masuk kelaslah, malas bangun pagi, malas buat tugas, dan banyak lagi jenis bermalas-malasan yang lain… mau buat paper, printer rusak, computer hang. Mau buat gambar, lupa beli mata pensillah, mistar dah bergerigi gtu, rotring nda jelas juga keadaannya gmna. Yah… Alasassannn…. Padahal mang nda ada kemauan… Alhasil “ya sudah, semester depan masih ada!”…… hehehehe ooo….mahasiswa.. mahasiswa….. Tahun depan mungkin paling ditanya dah kerja di mana! Knpa belum nikah?!!”””… hehehe biarlah waktu yang menjawabnya… “jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingat hari ini boleh saja tpi hari kemaren jangan dilupa” itu ceritaku… 
Lain waktu KITA lanjutkan lagi yah.yah.yah……

13.SEP.2011
        Kuharap kabarmu selalu baik. 
      Akhir-akhir ini aku banyak kesibukan. Tidak biasanya di awal perkuliahan yang biasanya agak santai dihujani banyak tugas. Belum lagi hal-hal lain di luar sana yang tak terencanakan harus menempati ¬daftar prioritas rutinitasku. Alhasil baru kali ini sempat untuk melanjutkannya lagi untuk Kita. maap maap…… dan Alhamdulillah hari ini beberapa dari mereka sudah kutuntaskan, benar kata orang bijak jika sesuatu yang didapatkan dengan bersungguh akan terasa penuh makna. Biasanya, kala seperti ini_peralihan dari waktu padat kelengang, bukannya mau berpangku tangan ataupun tak mau tahu tentang apa di sekelilingku tepatnya tidak jarang kupikir kalo saya ini -terlalu menyiksa, -terlalu toleran atau -sangat memanjakan diri. Ketiganya jelas bukan jawaban yang tepat untukku, untuk seorang yang selalu prokratinasi dan berharap hari esok kan lebih baik… haaah… mungkin melihat dengan hati kan lebih baik ya, bukannya begitu!

    Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata dan juga bukan yang senantisa di sisi kita tapi yang setia di hati yang mengingat kita dalam setiap doanya….

    Jadinya teringat sesuatu kalau kubaca ini. Entah dari sisi mana kutarik benangnya, bukannya masalah suka,sayang atau cinta_yang jelas terkadang kita tak menyadari jika mereka begitu istimewa bagi kita. Selalu menganggap mereka itu jauh, mereka itu berjalan tak searah dengan kita, mereka itu lebih mementingkan dirinya sendiri, mereka itu tak tahu menahu kala kita sedang sedih ataupun senang dan banyak lagi tentang mereka. Padahal mereka yang sebenarnya_ada di depan kita dan selalu peduli. Jadi tidak ada salahnya jika orang yang istimewa itu tidak hanya yang setia di hati yang mengingat kita dalam setiap doanya, tetapi juga mereka yang selalu di depan mata dan senantiasa di depan kita. Ya sudah, ku tidak ingin berpanjang lebar lagi dengan mereka dan kita-kita yang lain, nah sekarang bgmana tentang kita….

     Tanggal Delapan kemarin (5.16 PM) ternyata hujan….pertama kalinya di bulan september. yahyah, saya senang hujan. Kala mereka turun, semua terjadi dengan alaminya. Panas bumi jadinya naik ke permukaan, kusuka baunya yang khas. Di jalan, pengendara motor berlarian mencari tempat berteduh. pohon yang rindang, bengkel, parkiran alfamart,minimart,dan mart-mart yang lain, sampai kanopi-kanopi sekecil daun pisangpun selalu jadi incaran mereka. Seru dan lucu; mereka menertawai diri mereka sendiri. Orangtua dan anak-anakpun tak luput dari senyuman-senyuman itu… bapak ibu petani di sana juga terlihat senang melihat padinya sedang membasahakan sekujur batangnya yang semakin merunduk itu. Wek wek bebek di kolam berbentuk hati itupun sedang menikmati harinya, sesekali menenggelamkan kepala yang berbentuk Z_nya ke dalam air berharap paruhnya ditumbuhi insang. Wajarlah, kita dulu senang bermain di tengah ribuan titik-titik air itu. Kulihat pula anak berseragam putih abu-abu, berdua dalam satu payung; yup, mereka muda mudi yang sedang menikmati cinta… wahwah… 

     Ini yah bukannya kurang kerjaan tapi setelah dua tiga kali bermain scrabble ternyata frase nama kita memiliki huruf-huruf awal yang sama. Juga caramu menyebutku kemarin tak jauh beda dengan empat huruf nama pertamamu… walaupun kau adalah orang pertama yang menyapaku seperti itu…hehe.. …Dan sayapun sangat menghargainya. tapi Apapun kau menyebut namaku, dan apapun aku menyapamu tak sedikitpun berpengaruh tentang apa yang aku tulis sebelumnya. Setiap insan adalah kebebasan; siapa saja bisa mencocokkan, termasuk kita; tapi mungkin kaupun dan banyak orang di luar sana sepakat jika di dunia ini tak ada yang kebetulan, semuanya sudah terencana rapi olehNya. Karena kanan, kiripun ada; hujan berganti kemarau; pagi berganti malam; senang sedih; hitam putih; tinggi pendek; jauh dekat; tak terlewatkan semi silih bergugur, musim kesukaanmu, begitupun dengan segala sesuatunya di luar sanapun dibuat sepasang….. 

     Oiah… saya mau sedikit bercerita tentang hari kemarin, menurtku lucu tapi entahlah sense of humor setiap orang beda kan_ saya mengajar adik-adik dipanti(red), mereka tuh pintar-pintar. Bahkan saat seumuran mereka, saya tidak secerdas dan seaktif itu. Sempat mereka melontarkan beberapa pertanyaan. Blank sama sekali, kayak birunya bios Xp kalo lagi error..hehehe.. tapi namanya anak-anak, tetap saja anak-anak. Mereka terima saja usulanku untuk mengajarkannya di pertemuan selanjutnya… sepertinya saya harus belajar dari awal lagi… untungnya saya lebih pintar untuk kabur  yup,kalau jenuh dengan pelajaran kampus, bosan dengan hiruk pikuk keseharian dan mau lihat sisi lain dari kota kita, kapan-kapan di akhir pekan bolehlah kita barengn ke tempat mereka…. Sepertinya mereka butuh sosok baru untuk meraih cita-citanya, seorang kakak sepertimu. hehehe
*keepsmile

24 Sep 2011

      Boleh kutanya lagi kabarmu hari ini,,,,
saya senang melihatmu semangat lagi, senyum itu hadir terlintas selalu dalam dunia mayaku. senang melihat apa yang kamu tulis di dindingmu.


    Sebenranya kuingin mengatakan kalau kusenang segalanya tentangmu, inginku dekat selalu. sepertinya kusedang suka sama seseorang. meski selalu sikapku berusaha untuk menyembunyikan, tpi hati ini tak bisa bohong rupanya. meski aneh juga sih, sekalipun kita belum pernah bertatap muka satu sama lain.
andai saja hidup ini seperti perangkat komputer dengan sistem kerja otomatis,kuakan mengungkapkan segalanya.biar kalau salah ngomong,tinggal ku_undo saja  hehehe....


     Bukannya terlalu khawatir tentang masa depan. hanya saja dan jangan sampai satu dua kataku bisa mengubah segalanya tentang kita. tak rela rasanya jika semua ini berlalu begitu saja.....




28 Sep 2011

Sepertinya kau sedng sibuk ya...
yahyah tetap jaga semangat itu...
hari ini cukup itu saja...
akupun juga baik-baik selalu.....
hehehe

29 sep 2011
Dari ke hari makin berat saja rasa ini, mending saya simpan  dengan tulisan-tulisan ini....

wahwah haruskah kubilang cinta sekarang? bilng ndak.... bilang ndak.... #sambil cabut bunga-bunga di teras rumah...... :)

pusing juga jadinya. tohpun saat kubilang semua ini,bukannya saya meminta untuk jawab iya atau tidak. bukannya juga meminta untuk menjawab sekarang, besok, atau beberapa bulan ke depan. setidaknya kaupun tahu dan paling tidak sedkit2lah bisa berbagi rasa dan cerita denganmu.

tuhan memberi kita rasa lapar, makanya saya makan.
tuhan memberi rasa haus, makanya kita minum.
tuhan memberi kita kesedihn, maknya tak jarang kita nangis
dan tuhan memberi kita rasa senang, makanya ni saya bilang sya sedang suka sama seseorang.


dan jika kau harus memilih. antara iya, tidak atau memilih untuk berdiam saja. iya berarti saya dan kamu akan selamanya menjadi kita. yup banyak hal yang bisa kita lakukan di luar sana. kita bukan anak-anak lagi, kita tau benar sesuatu yang benar dan tidak benar itu yang bgmnana. dewasa dan sederhana, buknlah satu dua kata yang bisa menggmbarkn hubungn kita nantinya. 'Tidak' jelas bukan jawaban yang kuharapkan, tpi tetep saja itu adalah sebuah pilihan. tapi  aku tak berharap sedkitpun mngubah pertemanan kita selama ini. Dan memilih untuk berdiam artinya kita serahkan semua ini sama waktu. biarlah, mereka dan waktu-waktu yang lain menjawab semuanya. jika ternyata dalam perjalanannya, rasa itu akan pudar dan nantinya hilang; biarkan saja apa adanya. sebaliknya, jika rasa itu semakin sesak saja; biarkan juga pada adanya. begitulah waktu menjawabnya......tapi ahruskah kita menyerah pada keadaan? pilihanmu adalah pilhanku, pilihan kita juga. sekali lagi ini bukan tentang kau dan aku tapi tentang kita.

2 oktober 2011
sudah beberapa hari ini kamu jrang lagi muncul di notifikasiku...
akupun mulai khawatir tentangmu....
kuharap kau baik slalu di tempatmu...
ketika orang-orang tak lagi mendengarmu, berceritalah kepadaku...
aku akan selalu ada untuk mendengar canda, keluh dan kesahmu....

15 Mei 2013
terimakasih telah mampir sebagai pemeran utama dalam salah satu judul terbaik tulisan saya

5 comments:

  1. ciiie ternyata kak anto,,sapa sih kak?? cerita dikit lah,, heheheh
    btw,, suka..suka,, sama tulisannya kak,, ^_^

    ReplyDelete
  2. anto,ijin ngutip kata-katamu yang "tidak semua pertanyaan butuh jawaban"...thanks before

    ReplyDelete