Monday, September 07, 2015

Penjaga Kelangsungan Kearifan Lokal & Budaya

Kota Makassar tidak selalu tentang demonstrasi, tawuran atau apa saja yang masih dan tetap hangat di media, demikian hemat penulis. Makassar dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup masif dalam bidang industri kreatif. Bak biji kacang di tanah yang subur, bermuculnya banyak komunitas atau kelompok yang terbentuk dari bermacam-macam kesamaan tujuan kecil yang berkesinambungan. Beberapa yang beralasankan kepedulian terhadap edukasi dan kaum marginal, ada yang terbentuk karena cinta alam dan lingkungan, ada juga atas dasar kesamaan hobi & kegemaran dan lainnya sebagai suatu kesatuan gerakan.  

Menyinggung tentang hobi, penulis tertuju kepada komunitas pecinta hewan sebagai peliharaan. Sebelumnya di tema pertama #30HariKotakuBercerita tentang pantai losari, saat car freeday, tidak sulit menemukan mereka dengan masing-masing peliharaan. Pengunjung bahkan diberi kesempatan untuk mengambil gambar dan bermain ringan. Bahkan beberapa dari mereka terkadang kepincut untuk memiliki hewan peliharaan juga.

Pasar Hobi, sepertinya tempat yang tepat untuk menuntaskan keinginan itu. Pasar yang terletak di Todupuli, sekitar seperempat jam dari Mal Panakkukang ini dapat diakses dengan pelbagai jenis moda transportasi. Bisa ditebak alasannya dinamakan sebagai Pasar Hobi, sebab di pasar ini terdapat bermacam-macam hewan peliharaan. Jenis unggas, reptil, pisces, hewan laut lainnya maupun amfibi bisa dikatakan tersedia di pasar ini. Harganya pun bervariasi, mulai 10 ribuan sampai jutaan lho. Namun sebagian kolektor, mengoceh kantung dalam-dalam pun tak jadi masalah.  


Bentuknya yang linear memudahkan pengunjung berjalan sembari memanjakan mata. Bangunan kios masih semi permanen, dibuat dari papan, kayu, dan beratap seng. Sebagiannya lagi dengan material konvensional. Pasar ini dapat digolongkan sebagai pasar tradisional. Namun tenang saja, pikiran anda tentang jalanan becek, tanah lembek dan bergenang air sebelum berkunjung ke tempat ini sebaiknya dibuang dulu. Sebab berkunjung ke pasar ini benar-benar tentang kenyamanan, kegemaran dan wisata edukasi. Saat memasuki pasar ini, kicauan burung pun mulai ramai terdengar, sesekali diselingi oleh logat khas Makassar dan Jawa.

Selain aktivitas jual beli, Pasar Hobi ini juga sering kali dijadikan tempat pelaksanaan lomba khususnya kicauan burung dan ayam ketawa. Tepat di bagian belakang pasar, terdapat tanah lapang yang tidak jarang disesaki pecinta hewan. Tempat bertukar seputar informasi, bersosialisasi, bertemu dan menemukan sahabat atas kesaamaan hobi di tengah hiruk pikuk sibuk & polusi kendaraan. Kegemaran ini tentu saja bisa meningkatkan kecintaan yang lebih tentang alam raya, serta meninggikan derajat hewan-hewan yang kian berkurang populasinya.


Menurut penulis. Meski tergolong tradisonal, keberadaan pasar ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan budaya dan kearifan lokal. Menuju kota dunia tidak harus memoderenkan apa-apa yang berbau tradisional. Ada hal yang tidak bisa disentuh oleh modernisasi, ialah kenangan, cerita, tradisi, cita dan cinta pendahulu kota kita.

Salam.
Adrianto Hidayat



sumber gambar : pic1,pic2, pic3

No comments:

Post a Comment